Home Hama Pada Pohon Penghasil Gaharu

Hama Pada Pohon Penghasil Gaharu

Serangan Hama

Heortia Vitessoides

Pada Pohon Penghasil Gaharu

Gaharu merupakan Hasil komoditas Hasil hutan bukan kayu yang mempunyai peran penting dalam peningkatan devisa Negara.Gaharu merupakan kayu resin yang diproduksi oleh pohon dari genus Aquilaria dan Gyrinops yang digunakan untuk dupa,bahan parfum,dan bahan obat.Indonesia mempunyai lebih dari 26 jenis pohon penghasil gaharu yang terbesar di Sumatra,Kalimantan,Sulawesi,Nusa Tenggara,Maluku,dan Papua.

Akibat dari pola pemanenan yang berlebihan dan perdagangan gaharu yang masih mengandalkan pada alam tersebut,maka jenis-jenis Aquilaria spp.dan Gyrinops spp.saat ini  sudahtergolong langka dan masuk dalam lampiran Convention on International Trade on Endangered Species of Flora an fauna (Appendix II,CITES).Untuk menghindari agar jenis-jenis pohon gaharu dialam tidak punah dan manfaatnya dapat lestari maka telah dilakukan konservasi,baik in-situ(didalam habitat),maupun ex-situ (di luar habitat)serta budidaya dibeberapa wilayah Indonesia.Penanaman pohon penghasil gaharu yang dilakukan secara monokultur walaupun dalam skala terbataskenyataan dilapangan tanaman tersebut rentan tehadap serangan hama dan penyakit.

Dari hasil survey tahun 2005 telah ditemukan adanya serangan   hama ulat daunpada pohon penghasil gaharu dilokasi di Indonesia.Selanjutnya pada tahun 2008,serangan ulat dilokasi-lokasi budidaya gaharu  tersebut ternyata meningkat tajam.Adanya serangan hama tersebut dapat menghambat pertumbuhan dan apabila tidak segera ditanggulangi dapat menghasilkan  gaharu merana dan menimbulkan kematian.

Kasus Seranngan Hama Ulat Daun Pohon Penghasil Gaharu

Melihat fenomena serangan dilapangan yang cukup mengkhawatirkan maka dilakukan penelitian yang lebih komprehensif terhadap serangan hama daun heortia Vitessoides Moore Pada jenis-jenis pohon penghasil gaharu jenis Aquilaria di beberapa tempat di Indonesia.Berdasarkan hasil peneletian tersebut maka  diformulasikan strategi pengendalian secara intregratif baik secara kimiawi(dengan insektisida),biologis(dengan bakteri atau jamur entomo patogenik)maupun dengan system silvikultur.

Tanda-tanda Serangan

Hama daun yang menyerang pohon penghasil gaharu,berupa ulat daun yang berwarna hijau sedikit kekuning-kuningan dibagian kepala dan ekor serta warna hitamyang membentuk strip yang membentang dari kepala sampai ekor.Akibat dari serangan ini,daun pohon pengahasil gaharu menjadi rusak dan daun-daunnya habis dimakan,sehingga pohon dan ranting menjadi gundul dan meranggas.seringkali serangan hama tersebut tidak memberikan kesempatan pohon untuk tumbuh kembali sehingga lama kelamaan pohon akan mati.

Berdasarkan hasil identifikasi,hama yang menyerang daun pada pohon penghasil gaharu adalah Heortia vitessoides Moore.hama ini telah dilaporkan menyerang tanaman penghasil gaharu(Aquilaria malccenssis Lamk)pada tahun 1998 di India.dari hasil pengamatan dilapangan,tingkat serangan hama ulat daun di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK)Carita telah mencapai 100%dengan Intensitas serangan daun bervariasi dari 20 – 100%.

a.Klasifikasi

Hama ulat daun pohon penghasil gaharu tersebut dapat diklarifikasikan sebagai berikut:

Kingdom : Animalia

Ohylum   : Artropoda

Class        : Insecta

Order      : Lepidoptera

Family     : Pyralidae

Genus      : Heortia

Species    : Vitessoides

b.Siklus Hidup

Siklus Hidup hama ulat daun pohon penghasil gaharu dapat dilihat pada skema dibawah ini:

Ngengat (4 hari)        telur( 10 hari)larva/Ulat (23 hari)        Kepompong (8 hari)

Bentuk larva dan ngengat yang ditemukan oleh santoso et.al..(2008)secara visual sama dengan yang ditemukan oleh Kalita et al..(2008).

Sesuai dengan siklus hidupnya Ngengat-ngengat tersebut meletakan telurnya dibagian bawah daun muda pohon penghasil gaharu dengan jumlah 350-550 telur.dalam waktu 10 hari telur-telur tersebut akan menetas menjadi larva ulat dan siap untuk memamakan seluruh daun yang tumbuh dipohon yang tumbuh dipohon penghasi;l gaharu tersebut.

c.Sebaran Hama

Sebaran hama daun  tersebut meliputi wilayah Fiji,Hongkong,Thailand,dan Utara Queensland(Australia) (Evans,2008).Daerah sebaran hama daun pohon penghasil gaharu diIndonesia meliputi KHDTK Carita,Banten:Desa Parindu,Bodok,Sanggau Kalimantan Barat,:Kandangan ,Barabai,Dan kalimantan selatan(santoso et al.2008).

Di Indonesia serangan daun pohon penghasil  gaharu mula-mula ditemukan pada tahun 2005 didaerah KHDTK Carita,Banten,dan desa Parindu, Kalimantan Barat.Serangan hama pada tahun 2008 sangat parah.Intensitas serangan hama tersebut di KHDTK di Carita Banten dapat mencapai 100% sehingga mengakibat kematian pohon penghasil gaharu berumur 13 tahun sebanyak 20 pohon,sedangkan serangan hama daun pohon penghasil gaharu didesa Parindu,Bodok Sanggau Kalimantan Barat menimbulkan kematian sekitar 50 pohon.

Strategi Pengendalian

Berdasrkan pengamatan peneliti pusat peneliti pusat penelitian dan pengembangan Hutan dan  konservasi alam,pada tahun 2008 terjadi dua kali serangan yaitu pada musim panca roba peralihan dari musim kemarau kemusim penghujan(April-juni)dari peralihan dari musin hujan ke musim kemarau (Oktober –Nopember).sementara pada January 2009 terjadi serangan sporadic distiap pohon.Untuk mengatasi serangan hama ulat daun tersebut maka  strategi pengandalian yang tepat,bail jangka pendek maupun jangka panjang.

a.Pengendalian Jangka Pendek

Pengendalian dilakukan dengan cara menggunakan bahan kimia.Insektisida(kimiawi)yang telah diujicobakan,yaitu insektisida kontak/sistemix ditambah perekat(musim hujan)dan pupuk daun.Insektisida dengan bahan aktif sipermetrindan imidacloprid telah dicoba dan memberikan hasil yang cukup memuaskan di KHDTK Carita.Namun demikian teknik penyemprotan secara manual kurang efisien dan praktis, untuk itu perlu dilakukan penyemprotan dengan power sprayer.

Beberapa jenis insetisida dan dosis pemakain yang dianjurkan untuk pembatasan hama ulat daun pohon penghasil gaharudapat dilihat pada table berikut:

No Jenis Insektisida Dosis Keterangan
1. Sipermetrin 1 cc/L Kontak
2. imidaclorid 1 cc/L Sistemik
3. Bayfolan 1 cc/L Pupuk daun
4. Pro-Sticcer 1 cc/L perekat

 

Selain itu dalam jangka pendek perlu dilakukan usaha pencegahan sebagai berikut:

-Membersihkan semak-semak dibagian bawah pohon penghasil gaharu,sehingga kepompong yang diletakan di tanah dapat dikendalikan dengan menggunakan bakteri(misalnya Beauveria bassiana).

-Perlakukan pemangkasan terhadap ranting-ranting pohon penghasil gaharu dimana juga Ngengat-ngengat tersebut terbangnya rendah,sehingga apabila ranting-ranting dipangkas,maka ngengat-ngengat tersebut tidak dapat meletakan telur-telurnya didaun pohon penghasil gaharu karena diduga kemampuan terbang ngengat terbatas.

-Pengendalian dengan biologi dapat dilakukan dengan cara menyebarkan semut rangrang(Oecophylla smaradigna)pada pohon penghasil gaharu dalam jumlah yang memadai sehingga mampu untuk memakan telur dan ulat daun.

b.Pencegahan Jangka Panjang

Untuk mencegah agar serangan hama ulat daun tidak meluas dan berlangsung cepat maka penanaman pohon penghasil gaharu perlu dilakukan dengan campuran dengan tanaman lain misalnya: dengan tanaman pertanian (jagung,singkong,cabai,kacang panjang,pisang,dan lain lain)atau dengan tanaman hutan/perkebunan (karet,durian,kelapa sawit,coklat,pohon meranti,jati,pulai,sengon,mimba,dll).

Saran-Saran Tindak Lanjut

Berdasarkan pengamatan dilapangan diperoleh informasi bahwa potensi serangan hama ulat daun pohon penghasil gaharudari tahun ketahun (2005-2008) telah mengalami peningkatan secara signifikan.Untuk itu strategi pengenda;ian jangka pendek dengan menggunakan bahan kimia cukup efektif  untuk digunakan dalam mengendalikan hamaulat daun penghasil gaharu.Drai hasil kajian, perlu diantisipasi serangan hama ulat daun pohon penghasil gaharu yang biasa di mulai pada bulan februari sampai November setiap tahunnya.

Dianjurkan untuk menanam pohon penghasil gaharu dikebun atau dipekaranga dengan masud agr mudah dipelihara dan dikontrol keamanannya serta gangguan yang mungkin terjadi misalnya hama penyakit.Selain itu untuk mempermudah pengamanan apabila pohon penghasil gaharu tersebut sudah disuntik.

Sumber kementrian kehutanan

Badan penelitian dan pengembangan kehutanan,pusat penelitian dan pengembangan konservasi dan rehabilitasi