formats

Berobat dengan kayu Gaharu yaitu Al-Kustu (Menurut versi Islam)

 

Di Agama islam di jelaskan manfaat kayu gaharu di Hadist Bukhori Muslim Halaman 784 hadist ke 1429

Artinya:
Ummu Qois binti mihsan ra berkata :

Aku telah mendengar Rasulullah bersabda,pakailah
( pergunakanlah) kayu gaharu itu sebab mengandung tujuh macam obat,untuk sakit tenggorokan,juga dapat dimakan untuk obat sakit pinggang ( bukhori muslim)

Ini sangat relevan dengan hasil penelitian dari berbagai negara tentang kegunaan kayu gaharu selain untuk hio/dupa,kemenyan,parfum,kosmetik,terapi,bakar mayat bagi agama hindu,Obat dll.

Pahala dan keutamaan orang yang gemar menanam tanaman : Tak ada seorang muslim yang menanam pohon atau menanam tanaman,lalu burung memakannya,atau manusia,atau hewan,kecuali dia akan mendapat ( pahala) sedekah karenanya.

( Hr Bukhary dalam kitab al muzaro’ah 2320 dan muslim dalam kitab Al Musaqah 3950 )

 
 Share on Facebook Share on Twitter Share on Reddit Share on LinkedIn
Comments Off  comments 
formats

Khasiat teh gaharu

TEH GAHARU

Minum teh hangat merupakan suatu kenikmatan tersendiri bagi kita, apalagi disaat cuaca dingin. Saat ini selain menghasilkan bahan untuk obat maupun minyak wangi, ternyata gaharu juga bisa dijadikan teh. Barangkali sebagian dari kita belum pernah merasakan Teh Gaharu, berikut ini manfaat dan khasiat dari teh gaharu:
1.Membantu masalah insomnia/sukar tidur
2.Membantu merendahkan tahap kolestrol
3.Membantu meredakan ketegangan/hiperten si/stress
4.Membantu mengurangkan toksik dalam badan
5.Tanpa gula – Tanpa Kafein – Tanpa Asis Tanin
6.Mengatasi masalah pelawasan
7.Anti Oksidant
8.Mengurangkan kadar tekanan dalam darah dan gula yang tinggi

 

 

 
 Share on Facebook Share on Twitter Share on Reddit Share on LinkedIn
Comments Off  comments 
formats

Hama Pada Pohon Penghasil Gaharu

Serangan Hama

Heortia Vitessoides

Pada Pohon Penghasil Gaharu

Gaharu merupakan Hasil komoditas Hasil hutan bukan kayu yang mempunyai peran penting dalam peningkatan devisa Negara.Gaharu merupakan kayu resin yang diproduksi oleh pohon dari genus Aquilaria dan Gyrinops yang digunakan untuk dupa,bahan parfum,dan bahan obat.Indonesia mempunyai lebih dari 26 jenis pohon penghasil gaharu yang terbesar di Sumatra,Kalimantan,Sulawesi,Nusa Tenggara,Maluku,dan Papua.

Akibat dari pola pemanenan yang berlebihan dan perdagangan gaharu yang masih mengandalkan pada alam tersebut,maka jenis-jenis Aquilaria spp.dan Gyrinops spp.saat ini  sudahtergolong langka dan masuk dalam lampiran Convention on International Trade on Endangered Species of Flora an fauna (Appendix II,CITES).Untuk menghindari agar jenis-jenis pohon gaharu dialam tidak punah dan manfaatnya dapat lestari maka telah dilakukan konservasi,baik in-situ(didalam habitat),maupun ex-situ (di luar habitat)serta budidaya dibeberapa wilayah Indonesia.Penanaman pohon penghasil gaharu yang dilakukan secara monokultur walaupun dalam skala terbataskenyataan dilapangan tanaman tersebut rentan tehadap serangan hama dan penyakit.

Dari hasil survey tahun 2005 telah ditemukan adanya serangan   hama ulat daunpada pohon penghasil gaharu dilokasi di Indonesia.Selanjutnya pada tahun 2008,serangan ulat dilokasi-lokasi budidaya gaharu  tersebut ternyata meningkat tajam.Adanya serangan hama tersebut dapat menghambat pertumbuhan dan apabila tidak segera ditanggulangi dapat menghasilkan  gaharu merana dan menimbulkan kematian.

Kasus Seranngan Hama Ulat Daun Pohon Penghasil Gaharu

Melihat fenomena serangan dilapangan yang cukup mengkhawatirkan maka dilakukan penelitian yang lebih komprehensif terhadap serangan hama daun heortia Vitessoides Moore Pada jenis-jenis pohon penghasil gaharu jenis Aquilaria di beberapa tempat di Indonesia.Berdasarkan hasil peneletian tersebut maka  diformulasikan strategi pengendalian secara intregratif baik secara kimiawi(dengan insektisida),biologis(dengan bakteri atau jamur entomo patogenik)maupun dengan system silvikultur.

Tanda-tanda Serangan

Hama daun yang menyerang pohon penghasil gaharu,berupa ulat daun yang berwarna hijau sedikit kekuning-kuningan dibagian kepala dan ekor serta warna hitamyang membentuk strip yang membentang dari kepala sampai ekor.Akibat dari serangan ini,daun pohon pengahasil gaharu menjadi rusak dan daun-daunnya habis dimakan,sehingga pohon dan ranting menjadi gundul dan meranggas.seringkali serangan hama tersebut tidak memberikan kesempatan pohon untuk tumbuh kembali sehingga lama kelamaan pohon akan mati.

Berdasarkan hasil identifikasi,hama yang menyerang daun pada pohon penghasil gaharu adalah Heortia vitessoides Moore.hama ini telah dilaporkan menyerang tanaman penghasil gaharu(Aquilaria malccenssis Lamk)pada tahun 1998 di India.dari hasil pengamatan dilapangan,tingkat serangan hama ulat daun di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK)Carita telah mencapai 100%dengan Intensitas serangan daun bervariasi dari 20 – 100%.

a.Klasifikasi

Hama ulat daun pohon penghasil gaharu tersebut dapat diklarifikasikan sebagai berikut:

Kingdom : Animalia

Ohylum   : Artropoda

Class        : Insecta

Order      : Lepidoptera

Family     : Pyralidae

Genus      : Heortia

Species    : Vitessoides

b.Siklus Hidup

Siklus Hidup hama ulat daun pohon penghasil gaharu dapat dilihat pada skema dibawah ini:

Ngengat (4 hari)        telur( 10 hari)larva/Ulat (23 hari)        Kepompong (8 hari)

Bentuk larva dan ngengat yang ditemukan oleh santoso et.al..(2008)secara visual sama dengan yang ditemukan oleh Kalita et al..(2008).

Sesuai dengan siklus hidupnya Ngengat-ngengat tersebut meletakan telurnya dibagian bawah daun muda pohon penghasil gaharu dengan jumlah 350-550 telur.dalam waktu 10 hari telur-telur tersebut akan menetas menjadi larva ulat dan siap untuk memamakan seluruh daun yang tumbuh dipohon yang tumbuh dipohon penghasi;l gaharu tersebut.

c.Sebaran Hama

Sebaran hama daun  tersebut meliputi wilayah Fiji,Hongkong,Thailand,dan Utara Queensland(Australia) (Evans,2008).Daerah sebaran hama daun pohon penghasil gaharu diIndonesia meliputi KHDTK Carita,Banten:Desa Parindu,Bodok,Sanggau Kalimantan Barat,:Kandangan ,Barabai,Dan kalimantan selatan(santoso et al.2008).

Di Indonesia serangan daun pohon penghasil  gaharu mula-mula ditemukan pada tahun 2005 didaerah KHDTK Carita,Banten,dan desa Parindu, Kalimantan Barat.Serangan hama pada tahun 2008 sangat parah.Intensitas serangan hama tersebut di KHDTK di Carita Banten dapat mencapai 100% sehingga mengakibat kematian pohon penghasil gaharu berumur 13 tahun sebanyak 20 pohon,sedangkan serangan hama daun pohon penghasil gaharu didesa Parindu,Bodok Sanggau Kalimantan Barat menimbulkan kematian sekitar 50 pohon.

Strategi Pengendalian

Berdasrkan pengamatan peneliti pusat peneliti pusat penelitian dan pengembangan Hutan dan  konservasi alam,pada tahun 2008 terjadi dua kali serangan yaitu pada musim panca roba peralihan dari musim kemarau kemusim penghujan(April-juni)dari peralihan dari musin hujan ke musim kemarau (Oktober –Nopember).sementara pada January 2009 terjadi serangan sporadic distiap pohon.Untuk mengatasi serangan hama ulat daun tersebut maka  strategi pengandalian yang tepat,bail jangka pendek maupun jangka panjang.

a.Pengendalian Jangka Pendek

Pengendalian dilakukan dengan cara menggunakan bahan kimia.Insektisida(kimiawi)yang telah diujicobakan,yaitu insektisida kontak/sistemix ditambah perekat(musim hujan)dan pupuk daun.Insektisida dengan bahan aktif sipermetrindan imidacloprid telah dicoba dan memberikan hasil yang cukup memuaskan di KHDTK Carita.Namun demikian teknik penyemprotan secara manual kurang efisien dan praktis, untuk itu perlu dilakukan penyemprotan dengan power sprayer.

Beberapa jenis insetisida dan dosis pemakain yang dianjurkan untuk pembatasan hama ulat daun pohon penghasil gaharudapat dilihat pada table berikut:

No Jenis Insektisida Dosis Keterangan
1. Sipermetrin 1 cc/L Kontak
2. imidaclorid 1 cc/L Sistemik
3. Bayfolan 1 cc/L Pupuk daun
4. Pro-Sticcer 1 cc/L perekat

 

Selain itu dalam jangka pendek perlu dilakukan usaha pencegahan sebagai berikut:

-Membersihkan semak-semak dibagian bawah pohon penghasil gaharu,sehingga kepompong yang diletakan di tanah dapat dikendalikan dengan menggunakan bakteri(misalnya Beauveria bassiana).

-Perlakukan pemangkasan terhadap ranting-ranting pohon penghasil gaharu dimana juga Ngengat-ngengat tersebut terbangnya rendah,sehingga apabila ranting-ranting dipangkas,maka ngengat-ngengat tersebut tidak dapat meletakan telur-telurnya didaun pohon penghasil gaharu karena diduga kemampuan terbang ngengat terbatas.

-Pengendalian dengan biologi dapat dilakukan dengan cara menyebarkan semut rangrang(Oecophylla smaradigna)pada pohon penghasil gaharu dalam jumlah yang memadai sehingga mampu untuk memakan telur dan ulat daun.

b.Pencegahan Jangka Panjang

Untuk mencegah agar serangan hama ulat daun tidak meluas dan berlangsung cepat maka penanaman pohon penghasil gaharu perlu dilakukan dengan campuran dengan tanaman lain misalnya: dengan tanaman pertanian (jagung,singkong,cabai,kacang panjang,pisang,dan lain lain)atau dengan tanaman hutan/perkebunan (karet,durian,kelapa sawit,coklat,pohon meranti,jati,pulai,sengon,mimba,dll).

Saran-Saran Tindak Lanjut

Berdasarkan pengamatan dilapangan diperoleh informasi bahwa potensi serangan hama ulat daun pohon penghasil gaharudari tahun ketahun (2005-2008) telah mengalami peningkatan secara signifikan.Untuk itu strategi pengenda;ian jangka pendek dengan menggunakan bahan kimia cukup efektif  untuk digunakan dalam mengendalikan hamaulat daun penghasil gaharu.Drai hasil kajian, perlu diantisipasi serangan hama ulat daun pohon penghasil gaharu yang biasa di mulai pada bulan februari sampai November setiap tahunnya.

Dianjurkan untuk menanam pohon penghasil gaharu dikebun atau dipekaranga dengan masud agr mudah dipelihara dan dikontrol keamanannya serta gangguan yang mungkin terjadi misalnya hama penyakit.Selain itu untuk mempermudah pengamanan apabila pohon penghasil gaharu tersebut sudah disuntik.

 Sumber kementrian kehutanan

 
 Share on Facebook Share on Twitter Share on Reddit Share on LinkedIn
Comments Off  comments 
formats

Jenis dan daerah asal gaharu

No. Nama Botanis                         Daerah Penyebaran

1   Aquilaria malacensis                    Kalimantan, Sumatra

2   Aquilaria hirta                             Kalimantan, Sumatra

3   Aquilaria filarial                           Nusa tenggara, Maluku, Irian Jaya

4   Aquilaria microcarpa                  Kalimantan, Sumatra

5   Aquilaria agalloccha Roxb          Kalimantan, Sumatra, jawa

6   Aquilaria beccariana                   Kalimantan, Sumatra

7   Aquilaria secundana                   Maluku, Irian Jaya

8   Aquilaria moszkowskii               Sumatra

9   Aquilaria tomentosa Irian           Jaya

10 Aetoxylon sympethalum             Maluku, Irian Jaya, Kalimantan

11 Enkleia malacensis                     Maluku, Irian Jaya

12 Wikstromiea poliantha               Nusa tenggara, Maluku, Irian Jaya

13 Wikstromiea tenuriamis              Kalimantan, Sumatra, Bangka

14 Wikstromiea androsaemofilia      Irian Jaya, Kalimantan, NTT, Sulawesi

15 Gonystylus bancanus                 Kalimantan, Sumatra, Bangka

16 Gonystylus macrophyllus           Kalimantan, Sumatra

17 Gyrinops cumingiana                 Nusa tenggara, Irian Jaya

18 Gyrinop rosbergii                      Nusa tenggara

19 Gyrinop versteegii                     NTT, NTB

20 Gyrinop moluccana                   Maluku, Halmahera

21 Gyrinop decipiens                    Sulawesi Tengah

22 Gyrinop ledermanii                    Irian Jaya

23 Gyrinop salicifolia                     Irian Jaya

24 Gyrinop audate                        Irian Jaya

25 Gyrinop podocarpus                Irian Jaya

26 Dalbergia farviflora                   Kalimantan, Sumatra

27 Exccocaria agaloccha              \Jawa, Kalimantan, Sumatra

 

 

 

 

 

 
 Share on Facebook Share on Twitter Share on Reddit Share on LinkedIn
Comments Off  comments 
formats

Gubal Gaharu

 Gubal Gaharu

Gubal gaharu akan dihasilkan oleh pohon penghasil gaharu yang terinfeksi mikroba fusarium sp, datangnya mikroba fosarium sp ini bisa secara alami dan dengan menyuntikan mikroba ke pohon yang tentunya bertujuan agar pohon terinfeksi fusarium sp. Selang waktu 1-3 tahun setelah disuntik gubal gaharu baru terbentuk.Sebenarnya secara alamai Gubal Gaharu ini bisa terbentuk dengan sendirinya manakala terkena penyakit ,dan menurut beberapa pakar Gubal gaharu ini bisa terbentuk biasanaya setelah usia mencapai 25 tahun ke atas dan biasanya gubal yang di hasilkan hanya sedikit.

Harga,klas dan pemasaran gaharu

Permintaan pasar terhadap gaharu terus meningkat. Selain kebutuhan peribadatan berberapa agama, gaharu juga digunakan oleh masyarakat Arab untuk sebagai siwak. Kondisi iklim yang panas dan kegemaran mengkonsumsi daging membuat tubuh mereka bau menyengat sehingga wangi gaharu digunakan sebagai pangharum.

Harga gaharu sendiri ditentukan berdasarkan kelas, adapun kelas-kelas dalam gaharu secara garis besar adalah:

A.Gubal

1.super: hitam merata, kandungan damar wangi tinggi, aroma kuat

2.super AB: hitam kecoklatan, kandungan damar wangi cukup, aroma kuat

3.sabah super: hitam kecoklatan, kandungan damar wangi sedang, aroma agak kuat

4.kelas C: hitam banyak garis putih, kepingan kayu tipis, rapuh

B. Kemedangan

1.tanggung A: coklat kehitaman, kandungan damar wangi tinggi, aroma agak kuat

2.sabah I: coklat bergaris putih tipis, kandungan damar wangi sedang, aroma agak kuat

3.tanggung AB: coklat bergaris putih tipis, kandungan damar wangi sedang, aroma agak kuat

4.tanggung C: kecoklatan bergaris putih tipis, kandungan damar wangi sedang, aroma agak kuat

5.kemedangan I: kecoklatan bergaris putih lebar, kandungan damar wangi sedang, aroma agak kuat

6.kemedangan II: putih keabu-abuan bergaris hitam tipis, kandungan damar wangi kurang, aroma kurang kuat

7.kemedangan III: putih keabu-abuan, kandungan damar wangi kurang,aroma kurang kuat

8.Abu/cincangan yang merupakan potongan kayu kecil hasil pengerokan atau sisa penghancuran kayu gaharu

(sumber: dikutip Dari majalah Trubus)

Harga gaharu terus meningkat seiring dengan permintaan pasar, namun ketersediaan gaharu dari alam terus menurun, hal inilah yang mendasari (tim jualgaharu ) ikut membantu membudidayakan gaharu dan memasarka dan menjelaskan kepada masyarakat. Harga gaharu super pada tahun 2001 4-5jt/kg, saat ini melambung menjadi 10-15jt/kg. Tapi sayang, peluang seperti ini Cuma diketahui oleh beberapa gelintir orang saja.

Adapun negara tujuan eksport gaharu diantaranya adalah Singapura, Timur Tengah, Taiwan, Jepang, Hongkong, Korea dan Malaysia,cina,tailand dll. Adapun eksport terbanyak ke negara Singapura baru Timur Tengah di urutan ke-2.

(jualgaharu.com)

 
 Share on Facebook Share on Twitter Share on Reddit Share on LinkedIn
Comments Off  comments 
formats

Investasi tanaman termahal di DUNIA

Apakah yang Anda inginkan 7-10 tahun yang akan datang? Ingin naik Haji 1
keluarga ? ingin menyekolahkan anak hingga S3 atau ingin pensiun dengan
tenang
dan uang melimpah. Jika itu salah satu dari Impian Anda,ada baik nya
memperrtimbangkan investasi menanam Gaharu pohon termahal di dunia.

1 POHON AKAN MENGHASILKAN MINIMAL 10 JUTA DI 5 – 8  TAHUN YANG AKAN DATANG !!

BAHKAN MENURUT PAKARNYA, Bp. YANA SUMARNA ( PENELITI POHON GAHARU TINGKAT ASIA )
MENJAMIN 1 POHON MINIMAL AKAN MENGHASILKAN 20 JUTA.

jadi tunggu apalagi sekarang, saatnya kita untuk berinvestasi menanam gaharu & untuk informasi lebih lanjut Dan pemesanan Bibit Gaharu,silahkan hubungi Sumantri  081 2827 9 6070

 
 Share on Facebook Share on Twitter Share on Reddit Share on LinkedIn
Comments Off  comments 
formats

Kegunaan Kayu Gaharu

Beberapa kegunaan kayu gaharu sbb:

- Mengurangkan dan melegakan stress (aromatheraphy)
- Memberi keyakinan diri serta senang didampingi dan berkomunikasi juga mengawal kemarahan serta menstabilkan hormon.
- Membantu mengubah sikap keperibadian serta mengatasi tekanan perasaan.
- Membantu mencerdaskan dan IQ..
- Membantu memberi kesegaran berfikir serta menguatkan daya ingatan juga mudah mendapat ide  serta pintar dan bijak.
- Memberi kesegaran akibat keletihan dan kelesuan juga menambah ketenangan serta menyehatkan fikiran.
- Memulihkan tenaga
Dari hasil penelitian yang ada, gaharu dikenali mampu mengobati penyakit stress, asma, liver, ginjal, radang lambung, radang usus, rhematik, tumor dan kanker. Kini penggunaan gaharu sebagai obat terus meningkat. Sampai saat ini, pemanfaatan gaharu masih dalam bentuk bahan baku (kayu bulatan, cacahan, bubuk, atau fosil kayu yang sudah terkubur. Setiap bentuk produk gaharu tersebut mempunyai bentuk dan sifat yang berbeda.

Gaharu mempunyai kandungan resin atau damar wangi yang mengeluarkan aroma dengan keharuman yang khas. Dari aromanya itu yang sangat popular bahkan sangat disukai oleh masyarakat negara-negara di Timur Tengah, Arab Saudi, Yaman, Oman, dataran China, Korea dan Jepun sehingga diperlukan sebagai bahan dasar industri perfume, obat-obatan, kosmetik dan pengawet berbagai jenis aksesori.

Dengan seiringnya perkembangan ilmu pengtahuan dan teknologi industri, gaharu bukan hanya berguna sebagai bahan untuk industri wangi-wangian saaja, tetapi juga secara kedokteraan dapat dimanfaatkan sebagai obat. Gaharu boleh diguna sebagai obat anti asma, anti mikroba, stimulant kerja saraf dan pencernaan, obat sakit perut, perangsang nafssu birahi, penghilang rasa sakit, kangker, tumor paru-paru, obat tumor usus, penghilang stress, gangguan ginjal, hepatitis, sirosis dan kosmetik untuk (perawat wajah dan menghaluskan kulit).

 
 Share on Facebook Share on Twitter Share on Reddit Share on LinkedIn
No Comments  comments 
formats

Mengapa Kayu Gaharu Bernilai Jual Tinggi

Gaharu berasal dari bahasa Sanskrit yaitu dari asal kata “agaru” yang berarti kayu berat (tenggelam) yang menghasilkan produk damar atau resin dengan aroma yang harum apabila dibakar. Kayu gaharu dikenali sebagai agar wood, aloes wood dan eagle wood.

Kayu gaharu menjadi bahan agarospirai, jinkoholeremol yang menghasilkan aroma gaharu dan juga menghasilkan minyak wangi. Manakala komponen methoxypenylethyl chrome menghasilkan bahan yang harum apabila gaharu dibakar.

Pengguna gaharu hampir semua bangsa dan agama. gaharu digunakan untuk tujuan keagamaan dan di timur tengah, gaharu dibakar untuk mengharumkan rumah. Manusia menggunakan gaharu semasa hidup dan ketika berlaku kematian. Ia digunakan juga untuk tujuan perubatan dan juga kecantikan.

Daun, akar dan kulit kayu gaharu digunakan sebagi obat anti malaria sementara air sulingan penghasilan gaharu digunakan untuk terapi tesetelah persalinan, antibiotik, anti kangker, penyakit kewanitaan, demam, sakit badan dan sakit perut.

Gaharu digunakan sebagai bahan kecantikan sejak berabad-abaad yang lalu kerana baunya yang eksotik, harum dan mewangi seperti bunga. Serbuk dari batangnya digunakan untuk menghasilkan barang kecantikan, sabun, lilin, obat-obatan dan minyak wangi.

Keharumannya dapat digunakan dalam bidang meditasi untuk mengurangkan stress. Ia juga digunakan untuk mengobati penyakit kulit seperti gatal dan bengkak. Minyak gaharu dapat memberi ketenangan dan ketentraman badan. Ia juga dapat menyembuhkan luka bakar, menghalang pengeluaran keringat secara berlebihan serta membantu keseimbangan badan.

Pati minyak dan daun kayu gaharu berkhasiat merawat kulit seperti jerawat, ulser dan ruam. Khasiat kayu juga sebagai bahan utama dalam penghasilan produk wangian /parfum, obat salap, losyen, barang hias,dan minyak urutan/ untuk memijat.

 
 Share on Facebook Share on Twitter Share on Reddit Share on LinkedIn
1 Comment  comments